Bendera dari Pinggir Kali

Aku ingin tahu apa yang ada di kepalamu. Saat kau kancingkan bajumu, satu persatu. Dengan rambut yang masih basah, dan senyum yang tergesa-gesa, kau pakai lengkap kostummu hari ini. Tanpa nama. Putih merah warnanya.

Aku ingin tahu apa yang dipikirkan Sang Bumi. Saat kaki kecilmu yang telanjang melangkah ringan di atas tubuhnya, keluar dari kamarmu yang bau itu. Sembari mendendangkan kepingan lirik dan butiran melodi yang telah kau hafal, sejak pertama kau kenal suara.

Aku ingin tahu apa yang dipikirkan Sang Angin, saat Ia mengibas perlahan rokmu yang menyala itu. Saat Ia mendengar dengus nafasmu. Saat Ia mengantarkan dentingan nada demi nada dari ukulele soak yang kau mainkan dengan jarimu itu ke telinga mereka. Adakah Ia antarkan juga cita-citamu?

Aku ingin tahu apa yang dipikirkan Bapak dan Ibumu saat melepasmu pergi. Saat buah hati yang tak sampai sewindu usianya, bertarung di sendiri. Di bawah kilau cahaya. Adakah mereka khawatir: pulangkah kau hari ini?

Aku ingin tahu apa yang dipikirkan Rembulan. Saat warna yang selalu dibanggakan Mentari, kini terpampang di hadapannya. Merah dan Putih terkoyak di jalan raya.

Advertisements

Katakan di sini:

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s